Friday, June 11, 2010

Biasa Saja

I had quality time with him that Sunday. Sesuatu yang udah ga pernah lagi terjadi sejak lahir (berlebihan haha). Kami duduk berdua di depan lobby kampus dan semuanya terjadi dengan biasa saja. Kami ketemu dengan biasa saja, duduk berdua dengan biasa saja, ngobrol hal hal yang biasa saja, semua berlangsung dengan biasa saja. Dia yang biasanya pecicilan juga bertingkah sangat biasa saja saat itu. Perasaan saya saat itu? Biasa saja! Sampai waktu dia mau masuk kelas dan tiba2….
Pok pok pok
Dia menepuk nepuk pelan kepala saya.
It felt nice and warm. :)
Maybe, just maybe, we have the same feeling for each other. But being together could be a disaster. There are too many flaws between us. Dan kami sangat sadar akan hal itu. Teman saya pernah bilang “lo sama dia udah sama sama nyaman, sama sama physically attracted, terus apa lagi yang kurang?”. Yang kurang itu banyak! Jadi bagaimanapun sebenarnya perasaan kami, which is ngga ada yang tau, yang bisa kami lakukan hanya bersikap sebiasa saja mungkin. Atau karna terlalu nyaman jadi terasa biasa saja? Entahlah. Lagipula katanya kan “love means freedom”, ngga harus have a relationship to love, ngga maksain sesuatu, kalo emang ngga bisa yaudah. Saya sih sebenernya ngga terlalu ngerti, tapi saya mau berpikir kalau itu yang terjadi diantara kami. Well, maybe we don’t love each other, we just like each other very much. And that’s all. Daaannn saya berharap orang yang jadi pacar saya nanti mau nerima hal itu, karna emang ga ada yang harus dikhawatirkan antara saya dan dia. :)

No comments:

Post a Comment